Ginting yang dipercaya untuk menghadapi Viktor Axelsen, berhasil menjawab tantangan ini dan berhasil menang drama tiga game dengan 13-21, 21-17 dan 21-14 dalam tempo 62 menit.
"Pastinya senang bisa dipercaya untuk bisa masuk memperkuat tim. Saat lawan Denmark, saya anggap itu kesempatan. Bisa dipercaya untuk turun, dan saya tidak mau menyia-nyiakan kepercayaan itu," ujarnya.
"Banyak yang didapatkan. Yang jelas saya pun punya banyak bekal untuk memperbaiki hal-hal lain. Lebih kepada memperbaiki faktor non teknisnya, seperti terlalu terburu-buru atau kurang sabar," tambahnya.
Ini adalah kali pertama bagi Ginting bisa bergabung dengan tim Piala Sudirman. Ia pun harus mengalami kenyataan pahit bahwa Indonesia gagal melaju ke babak perempat final.
"Di pertandingan memang ada menang dan kalah, yang penting saya dan teman-teman sudah berjuang habis-habisan," lanjutnya.
Usai Piala Sudirman, Ginting akan kembali ke tanah air dan fokus untuk turun di BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017. "Setelah pulang dari sini kami akan fokus dan mempersiapkan diri untuk Indonesia Open," ujar atlet binaan SGS PLN ini.
"Saya pun berharap bisa menembus setidaknya ranking 15 atau top 10 di akhir tahun ini," pungkasnya.