Jelang AGM, BWF Matangkan Persiapan Topik Perubahan Sistem Poin Pertandingan

Logo Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). (Sumber: bwfbadminton.com)
Logo Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). (Sumber: bwfbadminton.com)
Internasional ‐ Created by Bimo Tegar

Jakarta | Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) terus mematangkan persiapan topik utama yang bakal dibahas dalam Annual General Meeting (AGM) atau Rapat Umum Tahunan ke-82 pada, Sabtu (22/5) mendatang. Yakni pembahasan terkait perubahan sistem poin pertandingan dari 3x21 menjadi 5x11, yang beberapa waktu lalu diusulkan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan Asosiasi Bulutangkis Maladewa.

“Salah satu topik utama yang akan dipilih Keanggotaan BWF adalah usulan dari PBSI dan Asosiasi Bulutangkis Maladewa, yang didukung Konfederasi Bulutangkis Asia (BAC), Asosiasi Bulutangkis Korea serta Asosiasi Bulutangkis Taiwan, untuk mengubah Undang-Undang Bulutangkis yang berkaitan dengan sistem poin pertandingan,” tulis pernyataan resmi BWF di bwfbadminton.com.

“Dewan BWF memutuskan untuk menyatakan dukungannya terhadap usulan ini, karena sejalan dengan tujuan Rencana Strategis BWF periode 2020-2024,” tulis pernyataan BWF lagi.

Setiap anggota asosiasi BWF akan mendapatkan hak untuk pengambilan suara pada AGM nanti. Perubahan sistem poin 5x11 akan disahkan apabila jumlah suara dukungan dua pertiga lebih banyak dari suara penolakan. Namun bila jumlah suara dukungan tidak melebihi dari ketentuan di atas, maka suara tersebut tidak akan disahkan.

Andai perubahan sistem poin 5x11 disahkan, namun BWF menegaskan bahwa sistem tersebut tidak akan langsung diterapkan. “(Sistem poin 5x11, Red) tidak akan diperkenalkan setelah Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 selesai,” tulis BWF.

Wacana perubahan sistem poin 5x11 ini sebetulnya pernah diusulkan Dewan BWF pada Maret 2014 silam. Namun, rencana tersebut masih mendapat banyak penolakan. Usulan tersebut kembali dibahas dalam AGM BWF 2018 lalu di Bangkok, Thailand. Saat itu, ada 129 suara yang mendukung dan 123 menolak. Untuk itu, perubahan sistem poin 5x11 tidak disahkan karena suara dukungan tidak dua pertiga lebih banyak dari suara penolakan.