Keluarga Jadi Alasan Terbesar Tontowi Untuk Pensiun

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia).
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia).
Nasional ‐ Created by Bimo Tegar

Jakarta | Peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan pemegang dua titel juara dunia (2013 dan 2017), Tontowi Ahmad telah mengeluarkan keputusan besar dengan menyudahi karier bulutangkisnya pada Senin (18/5). Ingin dekat dengan keluarga menjadi alasan terbesar Owi, sapaan akrab Tontowi untuk pensiun dari dunia yang telah membesarkan namanya itu.

“Salah satu alasan terbesar saya karena ingin lebih dekat dengan keluarga. Saya mau lebih banyak waktu untuk mereka,” ungkap Tontowi Ahmad dikutip dari pbdjarum.org.

“Selain itu saya pikir cepat atau lambat bakal pensiun, dan saya sudah nggak muda lagi. Saya juga sudah mendapatkan gelar Olimpiade dan menurut saya itu puncak prestasi yang sudah saya capai, karena targetnya di situ,” sambungnya menambahkan.

Pebulutangkis spesialis ganda campuran binaan PB Djarum Kudus kelahiran Banyumas, 18 Juli 1987 ini mengatakan bila rencana pensiunnya sudah terpikirkan sejak lama. Namun tekad Owi untuk gantung raket baru bulat saat ini.

“Sebenarnya rencana sih sudah sejak lama, bahkan ada kepikiran waktu Ci Butet (Liliyana Natsir) memutuskan gantung raket di awal 2019 lalu. Hanya waktu itu keluarga belum mengijinkan dan saya pribadi ingin menunjukkan bahwa saya bisa apa tidak tetap bermain walau tanpa Ci Butet. Setelah mencoba main lagi, sampai pada akhirnya hari ini, saya memutuskan untuk benar-benar gantung raket,” jelas pencetak hattrick All England 2012, 2013 dan 2014 itu.

Sementara itu, mengutip dari Jawapos.com, Kepala Pelatih Ganda Campuran Indonesia, Richard Mainaky membeberkan pesan singkat dari Tontowi yang mengatakan bila dirinya ingin mengundurkan diri alias pensiun.

“Saya rencana kontrak abis, mau ngundurin diri. Mau pensiun. Makasih ya K Icat (Kak Icad, sapaan buat Richard Mainaky, Red) sudah bantu saya selama ini. Dari saya belum jadi apa-apa sampai sekarang,” tulis Owi dalam pesan Whatsapp yang ditunjukkan Richard dilansir Jawapos.com.

Richard memberitahu bila ia menerima pesan tersebut pada 11 Februari 2020 pukul 22.37 WIB. Nanti saya ke Cipayung ya K Icat. Sekali lagi terima kasih banyak. Sampai saya menjadi seperti ini tidak lepas dari bantuan K Icat, sambung pesan Owi kepada Richard.